Assalamualaikum Sahabat
Alhamdulillah pada 31 Mei 2026, amanah Wakaf Al-Qur’an Braille dari para sahabat dermawan telah sampai kepada saudara-saudara tunanetra yang merindukan kalamullah.
Namun bagi mereka, setiap ayat harus diraba dengan sabar. Setiap huruf harus dikenali melalui sentuhan jemari. Setiap halaman membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk dibaca.
Saat Al-Qur’an Braille itu diterima, bukan sekadar sebuah mushaf yang berpindah tangan. Ada rasa haru, syukur, dan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Penerima pertama Bpk. Yadi Setiawan ia mengalami kebutaan total sejak 2004 karena penyakit Ablosio yang belum bisa disembuhkan walau sudah berobat ke dokter manapun, namun semangatnya untuk terus belajar sangat kuat.
Penerima selanjutnya yaitu Bpk. Nur Rochim ia adalah seorang terapis atau tukang pijit yang mengalami kebutaan sejak lahir namun masih melihat cahaya sekitar 20-25%, belajar Braille sejak di Asrama Temanggung dan pernah memiliki Braille tahun 2009, namun Braille nya sudah usang dan tidak dapat diraba lagi, beliau berterima kasih karena donatur Yayasan Desa Hijau memberikan AlQuran yang baru. Kini mereka dapat kembali menyusuri ayat demi ayat dengan lebih nyaman.
Terima kasih telah menjadi perantara hadirnya cahaya Al-Qur’an bagi mereka. Karena ada orang yang tidak dapat melihat huruf-huruf Al-Qur’an, tetapi tetap berjuang untuk membacanya. Dan ada orang-orang baik yang membantu mewujudkan perjuangan itu.
Semoga Allah SWT menerima setiap kebaikan, melapangkan rezeki, dan menjadikannya amal yang terus hidup hingga akhirat kelak. Aamiin ya Rabbal ’Alamin


















